Ayah sayang padamu nak….

Anakku baru berusia 6 tahun, dan sudah bisa naik sepeda kecilnya, tapi sayang ia belum bisa mengendalikan sepedanya secara baik dan benar, akibatnya ia sering mengalami kecelakaan. Pekan lalu ia hampir tiap hari mengalami jatuh karena mengendarai sepedanya ugal-ugalan, kebut-kebutan, bahkan sambil merem (nutup mata) ia sering melakukannya. Akibatnya sekarang lututnya penuh dengan luka, dan karena jatuh setiap hari, lukanay tak kunjung sembuh.

Sebagai orangtua aku kadang kesal dan  jengkel karena ia tidak pernah menurut jika diajarin untuk bersepeda secara santai dan penuh kehati-hatian. Disisi lain kadang aku merasa kasihan dengan kondisi lututnya yang terluka dan tak kunjung sembuh.

Pada akhirnya, ………….karena rasa jengkel dan kasihan juga,… maka sengaja kupreteli ban-ban sepedanya sehingga ia tidak lagi bisa menggunakan sepedanya…

Hari pertama ia hanya melongo memperhatikan teman-temannya yang asyik bersepeda…

Hari kedua ia mulai meminta agar ban sepeda di pasang lagi…. tapi tak ku penuhi.

Hari ketiga ia meminta dengan nada penuh harap dan penuh rasa iba…tapi tetap tak kupenuhi

Hari berikutnya ia lakukan yang sama… dan hasil nya sama seperti hari yang lalu.

Sampai suatu ketika ia bertanya, ” Yah …, ga sayang ya sama aku…?”

“Ayah sayang sama kamu nak…….” jawabku

bersambung……………………..

Perihal

Manusia biasa yang tengah berusaha dan berupaya mencari keridhoan Illahi

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: